Kamis, 23 Juli 2015

Cinta tak selamanya berakhir indah

cerpen karya Arif .S




Pagi yang cerah di ibu kota, Setiap hari selalu disibukan dengan aktivitas rutin.itulah namanya hidup, kalu tidak bekerja pasti dapur tidak bisa ngebul....hehehhehe. perkenalkan nama saya arif, saya anak pertama dari dua bersaudara.semoga cerita ini berguna bagi para pembaca blogger untuk mengambil nilai positifnya.

Tepat jam menujukan pukul 06:30 telponku berdering, dewi ...itulah tampilan pertama pada layar telpon yang saya lihat.tiada bosanya dya mengingatkan agar tidak terlambat berangkat untuk kerja.maklum hubungan saya dan dewi lumanyan jauh, antara sukabumi dan jakarta.saya bekerja disalah satu perusahaan pendidikan luar negeri,pertemuan saya dengan dewi melalui seorang wanita yang aktif dalam media sosial (facebook), ovie yang mengenalkan saya dengan dewi. seiring waktu berjalan , terlontar kata kepada teeh ovie untuk bercanda mencarikan seorang wanita buat saya.

Awalnya anggapan saya hanyalah untuk menambah ke akraban dengan teeh ovie, 'kalau udah rejeki engga akan lari kemana' itulah kata yang patut saya terima.teeh ovie mengenalkan saya dengan dewi,dewi sendiri adalaha adik dari sahabat dari kecil teeh ovie.detik berganti menit, menit berhanti jam dan berganti hari saya dan dewi semakin nyaman dan nyambung dalam komunikasi.tepat 2 bulan perkenalan, kita berdua memutuskan untuk melangkah yang lebih serius.yang tadinya dari teman akhirnya berganti sepasang kekasih.







Setiap pasangan pasti ada cekcok dalam hubunganya tapi itulah sebenarnya nilai positif pembelajaran buat kedepanya.jujur , saya orangnya sangat emosional, tapi yang tidak habis fikir dan sampai detik ini adalah, kenapa saya tidak bisa marah ataupun debat dengan dewi.apa ini yang dinamakan tepat mendapatkan wanita?.....ohhh shittttttt.emang sih dari awal berkenalan dengan dewi sedikitpun tidak ada terlontar kata kata kasar, boro boro kasar,dengan nada yang tinggi pun tak pernah terdengar.
Apakah setiap perempuan dari sunda yang tepatnya dari sukabumi seperti itu? atau hanya kebetulan saja saya di pertemukan dengan sosok dewi?huuufffffff....hanya tuhan yang tau.

Sebelumnya kita tidak pernah bertemu langsung, dengan naluri laki laki saya memberanikan diri untuk ketemuan  dengan dewi. bak dayung bersambut dewi pun ingin mewujudkan niatnya untuk bertemu sosok pria yang menjadi pilihan hatinya tanpa sebelumya belum pernah bertemu. sesuai dengan kesepakatan kita berdua, hari sabtu di salah satu mesjid yang ada di daerah cisaat sukabumi.

Tepat hari jumat malam sepulang dari kantor, saya bergegas pulang ke kost di daerah jakarta selatan.dengan hati yang berbunga bunga langsung tancap gas dengan sepeda motor untuk menuju sukabumi.pukul 12 malam saya sampai di tujuan yaitu sukabumi, tanpa berfikir panjang dan keadaan yang sangat letih langsung memesan kamar di salah satu hotel di cisaat.kriiiiiingggggggg suara telpon saya berdering dengan kondisi badan yang masih letih berubah segar, teryata sang pujaan hati sudah menunggu ditempat yang telah di sepakati.dengan hati riang saya langsung mandi dan menuju ketempat yang kita sepakati, maklum jarak dari hotel tidak jauh jauh amat.

Subhanallah.... sungguh indah ciptaan engkau tuhan.itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut saya.

Alangkah bahagianya saya bisa di kenalkan tuhan dengan dewi, selain lembut tutur katanya ,cantik rupanya di baluri hijab bewarna merah.canggung bercampur malu disaat memandang wajahnya yang natural.duaaarrrrrrrrrr.....terbangun dalam lamunan dikala dewi mulai menepuk tanganya menyadarkan sang pangeran dari khayalanya.

Itulah awal dari pertemuan antara saya dan dewi. seiring berjalanya waktu dari bulan berganti tahun tak terasa hubungan kami sudah satu tahun lebih berjalan. dan kita sudah sama sama sudah mengenal keluarga masing masing.

Lupa akan waktu dan harinya saya diberi cobaan dari ilahi, sebenarnya menurut saya itu bukan cobaan tapi saya sendiri yang tidak bisa mengambil dan memikirkan suatu keputusan. beberapan staff dari kantor saya bekerja melakukan tuntukan atas bonus pendapatan pertahun, maklum saya sebagai marketing dalam sebuah lembaga pendidikan ke luar negeri. tanpa berfikir panjang saya dan beberapa staff memutuskan untuk keluar dari lembaga yang mengajarkan dan mebesarkan nama saya tanpa menerima hasil satu rupiahpun.

Disitulah peranan seorang dewi yang tak hentinya memberi suppot untuk bangkit dari cobaan ini. sampai sampai dewi datang jauh jauh dari sukabumi agar saya tidak larut dalam sebuah penyesalan.hampir 7 bulan saya jauh dari aktifitas yang namanya sebagai karyawan.dan di bulan ke del;apan inilah puncak cobaan dalam kehidupan saya yang membuat semuanya hancur dan sirna dalam tiupan angin.

ucapan yang seperti petir keluar dari ucapan seorang dewi dawia.dya memutuskan untuk menerima tawaran kerja dari tantenya di bali.sya sebenarnya tidak permasalahkan niat baik dya untuk maju.tapi apa salah saya sebagai orang yang dya sayangi meminta agar menunda keinginanya itu sementara waktu sampai saya bisa mendapatkan pekerjaan baru? di sati sisi saya lagi butuh amat saran dan support dari orang yang saya sayangi? apa saya egois.......

Inilah kesalahan yang fatal kedua yang saya ambil, di saat fikiran dikuasai egois dan emosional, saya mengucapkan kata yang tidak seharusnya saya ucapkan kepada dewi."jika kamu terus berangkat ke bali mungkin hubungan kita sampai detik ini"mungkin dikala itu dewi seperti di sambar petir di siang bolong mendengarkan langsung dihadapan dya sebelum berangkat ke bali keluar ucapan itu dari mulut saya.

Tanpa sepatah kata dewi hanya terdiam dengan bibir gemetar yang seakan ingin berteriak atau mengucapkan sesuatu.hanya tetesan air mata yang keluar, mungkin itu tanda kalau hatinya hancur mendengarkan ucapan saya.terlintas dalam fikiran saya disaat itu, apa mungkin dewi ke bali untuk bisa membantu kondisi keadaan saya yang hanya sebagai anak perantauan tanpa ada pekerjaan di ibu kota ?....

Tak terasa air mata saya turun disaat dewi melangkah untuk terakhir kalinya ketemu?....

beg* ....tol*l......... itulah mungkin kata kata yang pantas di berikan kepada saya, tapi apa di satu sisi saya salah untuk didampingi dengan orang yang saya sayangi dan cintai..........
seminggu telah berlalu selepas kepergian dewi ke bali.saya mencoba untuk menghubungi dewi melalui telpon tapi dewi sedikitpun tidak ada niat untuk mengangkat telpon. pas setelah seminggu berlalu dengan tiada hentinya untuk menghubungi dewi baru mendapatkan titik cerah, dewi mengangkat telpon dari saya. dengan ribuan kata maafff terucap kepadanya atas khilaf yang telah saya ucapka, mungkin dewi belum bisa menerima semua ini dengan cepat bagi penawar hatinya yang terluka.tapi jujur saya benar benar tulus meminta maaf atas ucapan saya yang dengan mudah terlontar tanpa difikirkan dengan hati dan kepala dingin.


mungkin dewi bisa menerima maaf saya hanya sebagai teman tapi tidak masalah ,asal komunikasi saya dengan dewi tetap terjaga.di hati kecil berharap agar bisa seperti dulu, saling mencintai dan menyanyangi satu sama lainya.

apalah daya, mungkin tidak jodoh. tiba tiba telpon dewi tidak aktif sama sekali,disaat saya merasa hubungan ini mulai membaik....dewi hilang bagai di telan bumi tanpa ada kabar dan beritanya di bali.setahun sudah saya lost contak dengan dewi dengan perasaan hancur dan tak terarah. suatu hari saya terlintas untuk minta tolong dengan teeh ovie , orang yang pertama kali yang mempertemukan saya dengan dewi.dengan berharap banyak ada kabar tentang dewi dari teeh ovie.dengan tatapan layu teeh ovie mencerikan kepada saya bahwa dewi sudah menikah dengan orang lain.

Ibarat jatuh dari ketinggian dan di hujani reruntuhan bangunan,rasa itulah yang waktu itu saya alami ketika mendengar penjelasan dari teeh ovie.wie....... mungkin kita memang tidak di takdirkan bersatu oleh tuhan.mungkin inilah hikmahnya buat saya untuk bisa memikirkan sesuatu sebelum mengambil suatu keputusan.seiring waktu berjalan saya mencoba hubungi nomor dewi dengan berharap bukan untuk menggangu hubungan orang yang sudah berumah tangga, tapi hanya menjaga sirahturahmi saya memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru melalui pesan singkat yang saya kirim dan tanpa kebetulan nomor itu tersambung.tak lama kemudian saya menerima balasan dari dewi " terimakasih atas doa dan ucapanya"dan alhamdulillah sampai saat dan detik ini komunikasi saya dengan dewi masih terjaga dengan baik, walaupun sebatas sahabat.



thank you dear to all of you for this lesson, which has opened my heart and mind to be able to think with a cool head before taking a keputasan. blessed are you my ex-girlfriend ..............


-END-

Profil penulis : arif saputra
email              : alverro.progress@gmail.com

facebook        : alverro.ibrohim@facebook.com

pin bb            : 33177291


note      : bagi para pembaca , maaf kalau ada salah kata maupun ejakan dalam penulisan.maklum baru mulai curhat dakam blogger ini. terima kasih